http://signatures.mylivesignature.com/54491/181/324D324C37019438AA1741D2AF7FB3FB.png

Friday, 24 May 2013

Membuat File Koneksi Database di PHP

PHP dan MySQL, sekarang ini tidak dapat di pisahkan, karena dua-duanya free dan mudah di gunakan, selain itu mudah juga di integrasikan. Dan bagaimana cara menghubungkan kedua Sistem tersebut, ya betul, kita membutuhkan suatu alat yang dapat menghubungkan kedua elemen itu.
Dalam hal ini, kita akan membuat file php untuk mengkoneksikan PHP dan database (MySQL).
Langsung saja, kita buka editor untuk membuat file PHP, bisa notepad, notepad++, dreamweaver, frontpage, dll deh. Lalu copy paste koding di bawah ini :

<?php

$host  = 'localhost';

$username    = 'root';

$password    = '';

$database    = 'iseng';



$koneksi = mysql_connect( $host, $username, $password )

or die ("Gagal Koneksi Database".mysql_error());

$db = mysql_select_db($database,$koneksi)

or die ("Gagal Membuka Database".mysql_error());

Kelebihan PHP

  • PHP dapat digunakan untuk menghasilkan file gambar GIF, atau bahkan gambar GIF yang bersifat stream dari server ke browser. Sebelumnya harus dikompile PHP dengan GD library yang mengandung fungsi – fungsi manipulasi GIF
  • PHP mampu menerima file upload dari setiap browser yang RFc-1867 compliant. Kemampuan ini memungkinkan user mengupload file teks atau binary.
  • PHP secara transparan mendukung HTTP cookie. Administrator dapat menset cookies mengunakan function setcookie()
PHP mendukung banyak sekali database dalam mode native dan melalui ODBC. Seperti termasuk Adabas, dBase, Empress, FilePro, Informix, InterBase,MySQL, Oracle, dan database yang mensupport ODBCyang dapat menggunakan PHP.

Sejarah PHP

Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

No comments:

Post a Comment